Pengumuman

Tolong follow dan click iklan buat saya jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, terimakasih atas kebaikan anda. any comment? send to taringdoberman@yahoo.com

Wednesday, September 26, 2012

Vaginitis, Sebagai Awal Gangguan Reproduksi


Seekor anjing betina domestik berumur tiga tahun dibawa dengan keluhan penurunan nafsu makan dan terlihat sedikit depresi yang di tandai dengan penurunan aktivitas anjing tersebut layaknya terlihat seperti hari-hari sebelumnya.  Setelah di lakukan pemeriksaan ternyata penurunan nafsumakan dan deperesi di akibatkan oleh meningkatnya suhu tubuh anjing tersebut atau biasa kita kenal dengan istilah demam yang menandakan anjing tersebut mengalami infeksi.  Gejala klinis yang terlihat adalah pembengkakan alat kelamin luar yang biasa disebut vaginitis yang diikuti dengan keluarnya nanah dari alat kelamin tersebut..
Vaginitis adalah istilah umum untuk pembengkakan akibat infeksi pada vagina.  Vaginitis ini biasanya berjalan secara kronis sehingga anjing-anjing yang penderita vaginitis tidak memperlihatkan gejala yang spesifik yang mudah di kenali oleh pemilik yang tidak memopunyai latar belakang pengetahuan di bidang kesehatan hewan.  Secara anatomi, posisi vagina berada tepat dibawah anus pada saat hewan itu berdiri.  Oleh sebab itu biasanya mikroba asal anuslah yang sering di dapati menjadi penyebab vaginitis ini.  Gejala klinis yang sering terlihat adalah vagiana anjing-anjing tersebut akan terlihat membesar dan merah yang harus dibedakan dengan pembengkakan akibat birahi, menghasilkan cairan baik bening maupun bernanah bahkan berdarah yang keluar dari vagina secara terus menerus.  Hal ini dapat terjadi akibat beberapa penyebab antara lain perlukaan pada mukosa, pembengkakan pada klitoris bahkan tumor.  jika infeksi mikrobial yang sebagian berasal dari anus itu dapat stabil di vagina dan masuk kerahim pada saat birahi (estrus) dimana leher rahim yang biasa disebut serviks akan terbuka secara normal mengikuti siklus hormon reproduksi terjadi maka masuknya agen penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan rahim yang biasa disebut sebagai endometritis atau pyometritis.  Endometritis adalah bentuk penyakit yang terlihat sebagai perbarahan pada uterus sedangkan pyometritis adalah kondisi terkumpulnya nanah di uterus yang dapat terjadi secara terbuka atau secara tertutup.
Dalam penegakan diagnosa vaginitis dan tingkat keparahannya ini biasanya hewan hewan tersebut sebelumnya diperiksa dengan pengamatan dari dekat daerah kelamin luar yang diikuti dengan perabaan-perabaan di daerah perut dimana posisi rahim anjing itu berada.  Untuk tingkatran vaginitis ringan, pembengkakan hanya terjadi pada kelamin luar berserta terlihatnya cairan hasil mekanime pertahan tubuh terhadap agen penyakit.  Untuk tingkatan vaginitis yang parah biasanya selain vagina yang membengkak, terjadi juga peradangan pada rahim anjing tersebut.  Untuk penegasan diagnosa biasanya dilakukan pemeriksaan secara laboratorium.  Bahan yang di analisa adalah cairan yang berada di permukaan leher rahim dan darah.  Pengambilan cairan ini dilakukan dengan cara swab dengan mempergunakan stenlesteel speculum untruk memperkecil kontaminasi dari luar sedeangkan pengambilan darah dengan spoit dilakukan pada pembuluh darah balik (vena)  Hasil swab akan di gunakan sebagai bahan pembiakan mikroba sedangkan darah untuk melihat komposisi darah dalam hal ini sel darah putih.  Penggabungan hasil biakan mikroba dan perhitungan jumlah darah sel putih dapat digunakan untuk mendiagnosa keberadaan vaginitis, endometritis dan pyometritis.  Jumlah sel darah putih lebih dari 30.000 keatas biasanya mengindikasikan kejadian vaginitis sudah menjalar ke rahim.  Jika terjadi bentuk piyometritis tertutup maka bentuk uterus sudah menggembung akibat penumpukan nanah yang tidak dapat keluar dari saluran reproduksi dan jika berlanjut dapat menyebabkan kematian pada hewan tersebut.  Pada rumah sakit hewan yang cangih, diagnosa ini dapat dipertegas lagi dengan alat bantu diagnosa seperti ultra sonografi atau ronsen.
Pengobatan biasanya diarahkan kepada penyebab peradangan ini.  Jikalau vaginitis disebabkab oleh trauma terbuka (luka), maka pengobatan diarahkan untuk menyembuhkan luka tersebut baik berupa tindakan bedah berupa jaitan atau tidakan yang berefek untuk menutup luka tersebut.  Jika disebabkan oleh tumor maka tindakan pengobatan diarahkan kepada penghilangan tumor tersebut dari tubuh hewan kesayangan kita.  Jika vaginitis masih terjadi hnaya pada alat kelamin luar, dapat dibantu penyembuhan infeksinya dengan pemberian antibiotik.  Jika vaginitis sudah sampai ke dalam rahim, biasanya dilakukan tindakan bedah, atau tindakan pembilasan rahim pada kasus kasus tertentu.  Hubungi dokter hewan anda untruk mendapatkan penjelasan pengobatan yang lebih lanjut.
Pencegahan dari kejadian ini dapat dilakukan dengan melakukan penghitungan sel darah putih (white blood count) tiga minggu setelah selesai masa birahi jika diperlukan atau memperhatikan bentuk dan ada tidaknya cairan selain urine yang keluar tiga minggu setelah selesai masa birahi.

2 comments:

Unknown said...

Apa penyebab penyakit itu??

Unknown said...

Apa penyebab penyakit itu??
Dan bagaimana mengobatinya secara alami???