Pengumuman

Tolong follow dan click iklan buat saya jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, terimakasih atas kebaikan anda. any comment? send to taringdoberman@yahoo.com

Friday, September 21, 2012

Permasalahan Perilaku Pada Kucing


            Kucing adalah salah satu jenis hewan kesayangan yang sedang naik di kalangan penghobies hewan.  Kebanyakan kucing di pilih sebagai hewan kesayangan karena adanya unsur praktis dalam pemeliharaannya.  Beberapa unsur keperaktisan yang dapat teramati dengan jelas adalah kebanyakan ukurannya kecil dan tidak berat sehingga mudah untuk di gendong. Ukuran ini juga memberikan kemudahan yang lain seperti   tempat hewan bermain.  Hewan kesayangan ini tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas untuk beraktivitas, bahkan sebagaian besar kucing rumahan cendrung makan dan tidur saja sehingga tidak merepotkan pemilik kucing.  Hal ini wajar-wajar saja sebab sebagian besar pehobies kucing sudah menaikkan kedudukan kucing yang awalnya diberi makan alakadarnya saja agar hewan ini dapat menjalankan tugasnya sebagai penjaga rumah dari keberadaan tikus menjadi hewan kesayangan yang berfungsi sebagi tempat mencurahkan kasih sayang dan tidak hanya memberikan pakan yang mengandung nilai gizi bagus, juga memberikan perawatan tambahan seperti perawatan kesehatan  yang lazim kita dengar dengan istilah grooming.  “Image” kucing memang bagus.

            Pada perjalanan pemeliharaannya sering kita temui permasalahan tingkah laku kucing yang membuat kenyamanan pemilik kucing terganggu, bahkan tidak sedikit yang memutuskan untuk tidak memelihara kucing lagi akibat kejadian seperti ini.  Perilaku-perilaku yang menggangu itu seperti kebiasaan kucing memberikan batas teritorial dengan air seninya yang sering terjadi pada rumah-rumah pehobies yang memelihara kucing jantan.  Kadang perilaku yang tidak mengenakan ini juga di alami oleh pemilik kucing betina ketika periode estrus (birahi) mulai mendekati siklus hormonal kucing yang mengkomunikasikan status siklus hirmonal melalui air seni.
            Begitu juga halnya dengan kebiasaan pup sembarangan di dalam rumah tidak ketinggalan perilaku mengasah kuku di perabotan rumah yang kita sayangi atau memberantakan bagian rumah yang rapih akibat di pakai sebagai tempat bermain oleh kucing kesayangan anda.
            Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi perilaku yang menurunkan daya tarik kucing terhadap pehobies yang memelihara kucing sebagai hewan kesayangannya.  Salah satu cara yang paling praktis dan tingkat keberhasilannya paling bisa di andalkan dan tidak membutuhkan kesabaran dalam menantikan hasilnya adalah dengan melakukan tidakan operasi yang bertujuan untuk mensterilkan kucing kesayangan anda.  Sterilisasi yang dimaksud adalah pengeluaran salah satu bagian dari sistim reproduksi alat kelamin jantan khususnya testis pada hewan jantan dan pengangkatan ovarium beserta rahim pada kucing betina.  Dengan melakukan tindakan sterilisasi ini maka permasalahan-permasalahan yang disebabkan dari perilaku komunikasi seksual dan penguasaan daerah yang terjadi akibat insting perilaku reproduksi dapat dikurangi secara nyata.  Perilaku memberikan penandaan dengan air seni pada kucing jantan sebagian besar berhasil, begitu juga perilaku kucing betina yang membuang airseninya dimana terdapat aroma air seni dari kucing jantan juga menjadi sangat berkurang. 
            Sama halnya dengan perilaku mengasah kuku dan perilaku bermain berlebihan pada kucing..  Perilaku menajamkan kuku ini dimaksudkan untuk melakukan penandaan  tempat sekaligus mengasah kuku ini akan hilang dengan sendirinya jika kucing sudah di sterilisasi.  Begitupula dengan aktivitas berlebih.  Sebagian besar kucing-kucing yang di sterilisasi akan malas bergerak sebab hormon yang merangsang untu melakukan aktifitas berlebih itu sudah kurang kadarnya didalam tubuh.
            Beda halnya dengan perilaku pup sembarangan di dalam rumah.  Biasanya perilaku ini hanya terjadi pada anak-anak kucing, jarang terjadi pada kucing dewasa.  Pada awalnya, pada masa menyusui, semua kotoran anak kucing akan langsung secara alami termakan oleh induknya ketika induk kucing melakukan perilaku membersihkan anak kucing yang kebanyakan dilakukan oleh induk-induk kucing.  Seiring dengan waktu , anak-anak kucing mendapatkan pelajaran mengenai cara hidup seekor kucing dari kucing-lucing dewasa yang berada di sekitar mereka. Yang akhirnya memapukan kucing-kucing kecil tersebut ketika dewasa dapat melakukan perilaku layaknya kucing dewasa.  Pada kucing-kucing yang tidak mempunyai kesempatan dalam mempelajari kebiasaan-kebiasaan tersebut, perilaku ini kadang menyimpang, walau beberapa kasus kucing tersebut tetap dapat berprilaku layaknya kucing normal akibat insting naluriah yang kuat. Pada kucing-kucing yang mengalami perilaku pup di sembarang tempat ini di butuhkan kesabaran yang tinggi dalam merubah perilakuknya secara berlahan. Caranya yaitu dengan  menyediakan satu tempat kucing khusus untuk pup yang selalu dijaga kebersihannya oleh pemilik.  Bersikap sigaplah dengan kucing anda ketika mereka menunjukkan perilaku mengendus, ngendus dan melakukan cakarasn-cakaran kecil di rumah anda tempat dimana dia selalu meninggalkan pupnya.  Jika perilaku itu terlihat, segeralah kucing tersebut di pindahkan ke tempat dimana sebuah wadah yang telah diisi dengan pasir khusus yang sudah anda siapkan.  Lakukan terus menerus dengan penuh kesabaran sampai terlihat perilaku pup yang benar tersebut terlihat dengan jelas.

No comments: