Pengumuman

Tolong follow dan click iklan buat saya jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, terimakasih atas kebaikan anda. any comment? send to taringdoberman@yahoo.com
Showing posts with label rabies. Show all posts
Showing posts with label rabies. Show all posts

Friday, April 24, 2015

Pola Pikir Memberantas Rabies

Rabies, momok yang cukup menguran tenaga dan finansial buat Indonesia.  yang terngiang-ngiang adanya pemberantasan dibali dengan cara pemburuan anjing liar yang cendrung bertentangan dengan animal-welfare.
Kenapasih rabies begitu heboh dan menakutkan? tentunya karena zoonosis buat manusia.  intinya berbahaya kepada manusia maka harus di antisipasi.

kenapa bisa sampai kemanusia? karena adayang menyampaikan kepada manusia.

Siapa yang menyampaikan? yang menyampaikan hewan
hewan apayang paling sering menyampaikan kepada manusia? hewan anjing sebab sering dipelihara dan sering dilepas berkeliaran

apa ada hewan lain yang dapat menyebarkan? ada banyak misalnya kucing,tikus, kelelawar dll

lewat apa penyebarannya? lewat air liur yang masuk kedalam luka dan targetnya adalah saraf.

apa yang terjadi di manusia yang terkena? kematian jika virusnya sudah sampai ke otak

jadi bagaimana cara mencegahnya? semua hewan yang dekat dengan manusia harus terkontrol atau manusianya yang menjauhi hewan tersebut atau hewannya yang dijauhkan dari manusia atau jika tidak bisa menjauhi hewannya yang dimusnahkan.

jika hewan yang dimusnahkan itukan kejam! ya pemusnahannya harus dengan cara yang manusiawi, sebaiknya jangan di eksekusi ditempat terbuka, lakukan suatu organisasi yang lokalisasi terkoordinasi atau dibawah pemerintahan langsung yang berfungsi tempat pemusnahan hewan yang tidak terkontrol untuk dimusnahkan dengan cara di tidurkan.\

apakah negara maju melakukan ini? ya.lihat aja filim-filim yang bertemakan anjing, ada bagian filim yang menyorot penangkapan hewan liar yang hidup di pemukiman manusia, jika tidak ada yang claim atau adobsi maka akan ditidurkan dengan gas.


Friday, October 28, 2011

Rabies VS Palembang

Di media kompas pemberitaan ini cukup membuat panas beberapa pejabat,  dan tak kalah hangatnya dikalangan peminat dan profesi yang bersangkutan dengan kesejahteraan hewan.  banyak mencemooh dan banyak juga tidak perduli. 
banyak yang bertentangan dengan  perihal "pembunuhan masal anjing liar" untuk mengurangi resiko rabies dipalembang sebab akan dilaksanakannya SEA Games, sehubungan dengan tindakan  tersebut hanya bersifat sementara, tidak menyelesaikan masalah, bahkan di perberat dengan takut akan pendapat international.,akan menjatuhkan martabat bangsa. 

Kalau kita lihat kebelakang, pendapat bahwa pemusnahan anjing masal itu hanya mengatasi untuk sementara waktu, memang tidak salah.  tapi kalu melihat mengenai kebiasaan di Indonesia, memang selalu begitu.  Baru PMK yang dilakukan sampai tuntas, yang lain masih maju mundur.  tapi kasihannya jika motivasi untuk tidak melakukan atau melakukan sesuatu itu di dapat dari pendapat dunia Internasional.  hal ini secara tidak langsung bangsa ini masih dijajah walaupun sudah merdeka.  jangan lupa, negara maju lebih banyak menghasilkan masalah dan melemparkan ke negara ketiga untuk menyelesaikannya.  tentunya perkembangan pasti akan memakan korban berupa hewan yang mungkin tidak terdengar sampai kesini bahkan tidak perduli kalaupun terdengar sebab pendapat bangsa ini tidak diakui sama takutnya dengan pendapat negara lain ke negara ini.  saya teringat pemusnahan orang-orang indian di suatu negara dengan membagikan selimut yang terkontaminasi dengan patogen, lebih hancur daripada menembaki anjing.  sekarang cuma sejarah yang dapat dikenang.  dan negara tersebut masih aktif di perkumpulan bangsa-bangsa dan menganggap kesalahan itu adalah kesalahan masa lalu, sangat mudah.  intinya mereka mampu berbuat salah dan dengan mudah meminta maaf dan masalah selesai.  jadi jangan takut, ini negara Indonesia yang sekarang masih saya banggakan untuk melakukan sesuatu walau pun itu mungkin dicemooh oleh negara lain sebab sebagian negara maju yang suka mencemooh juga melakukan hal-hal yang lebih tabu.

Rabies perlu ditangulangi dan diberantas, mari ulangi bersama kesuksesan pemusnahan PMK di Indonesia.  tidak perlu takut akan pendapat Internasional.  saya yakin kalau selalu takut akan pendapat Internasional, mungkin kemerdekaan Indonesia mudur berpuluh-puluh tahun. bagitu juga masalah ini bergeraklah karena memang harus bergerak bukan karena manajemen kaget dan manajemen takut.  Lakukan apa yang perlu untuk mengeluarkan borok dari Tubuh Bangsa ini.  kalau cara yang dipergunakan bermartabat dan mampu di banggakan, bersukurlah, kalau tidak juga jangan ragu untuk menjalankan demi kesehatan Bangsa, sebab semuanya akan mendingin dan terlupakan sejalan dengan waktu namun tujuan sudah tercapai dan pada akhirnya setiap langkah ada pro dan kontra tingal membumbuinya seperti negara-negara maju lainhya yang selalu membumbui perilaku tabunya dengan kata-kata yang terlihat logis dan baik.

Wednesday, October 5, 2011

Rabies, Masihkah Sebagai Ancaman?

Jika merujuk kepada  CDC (Centers for Disease Control and Prevention ):"Setiap tahun di seluruh dunia, kasus rabies mengakibatkan lebih dari 55.000 kematian -. Kira-kira satu kematian setiap 10 menit, Sebagian besar kematian dilaporkan dari Afrika dan Asia dengan hampir 50% dari korban terjadi  pada anak-anak di bawah umur 15 tahun."
- CDC Hari Rabies Dunia

Rabies atau identik dengan sapaan penyakit anjing gila adalah penyakit zoonosis, penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Rabies disebabkan oleh  virus yang dapat menginfeksi semua mamalia, termasuk manusia. Paling umum, rabies ditemukan pada karnivora (pemakan daging hewan) dan kelelawar pemakan serangga.

Rabies berasal dari bahasa Latin, "to rage". Gambar klasiknya adalah seekor kelinci liar dengan busa di mulut yang siap menyerang apasaja dan segalanya (rabies marah).  tahap rabies lain adalah "rabies bodoh", halyang terlihat adalah hewan akan terlihat diam, namun mengeluarkan salivasi yang banyak dan akan mengalami kelumpuhan.

Penyebaran rabies biasanya melalui luka gigitan sebab virus ini hidup dalam air liur hewan yang terinfeksi, dan di masukkan ke dalam jaringan korban setelah korban mengalami gigitan. selain itu virus juga dapat menyebar melalui luka terbuka yang terkontaminasi oleh air liur yang mengadung virus rabies, atau air liur yang terinfeksi yang terpercik kedalam mata, atau selaput lendir lainnya.  penularan yang jarang terjadi melalui aerosol yang terpapar dengan virus rabies, misalnya jika gua yang dimasuki dihuni oleh kelelawar yang menderita rabies.

Ketika Anda Tergigit Anjing, Kucing, atau Hewan Kesayangan Lainnya

Ketika anda tergigit anjing, kucing, atau hewan kesayangan lainnya, hal pertama  yang paling di kawatirkan adalah rabies.  Rabies adalah penyakit serius yang termasuk dalam golongan penyakit zoonosis yaitu penyakit dapat ditularkan dari hewan ke manusia, dalam banyak kasus hampir selalu berakibat fatal.
apa bila anda sudah  tergigit, segeralah mencuci luka bekas gigitan dengan air sabun dan membersihkan luka dengan cermat dan kemudian mendatangi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan vaksin rabies dan suntikan anti tetanus. selain menangani korban, hewan yang melakukan pengigitan harus dilakukan isolasi atau pengurungan untuk mengamati kondisi dari hewan tersebut kuranglebih 10 hari setelah gigitan.  jika hewan tersebut dalam 10 hari masih hidup dan sehat, berarti rabies bukan penyebab dari gigitan anjing tersebut yang berarti juga anda tidak terancam terkena rabies. pada periode pengurungan tersebut, anjing tidak boleh diberikan vaksin rabies untuk menghindari efek samping dari vaksinasi. jika dalam periode tersebut kondisi hewan di dapati semakin menurun dan sakit, segera koordinasikan dengan dokter hewan praktek atau dokter hewan yang bekerja di pemerintahan.  biasanya tidakan selanjutnya adalah penegakkan diagnosa rabies dengan pengiriman otak atau keseluruhan kepala untuk di analisa lebih lanjut.  tapi ini semua berlaku untuk hewan yang hidup sebagai hewan peliharaan.  jika kasus gigitan di lakukan oleh hewan liar, segera laporkan ke Dokter Hhewan pemerintahan untuk segera di tidurkan dan dilakukan tes yang dapat digunakan sebagai sumber informasi keberadaan rabies di hewan tersebut tanpa menunggu masa kurungan seperti diatas.  untuk hewan peliharaan yang telah mendapatkan vaksin rabies, tetap dilakukan analisa terhadap rabies jika hewan tersebut mengigit orang lain.

Wednesday, January 20, 2010

Rabies, Apakah Teori Semudah Prakteknya.

Dibali baru-baru ini penderita rabies mati, tiga orang. mungkin jumlah yang sedikit buat orang yang tidak perduli. Dan salah satu kasus kematian adalah karena pemberian vaksin yang tidak tuntas pada penderita rabies. kalau di pikir-pikir, sayang sekali korban yang sudah mendapatkan penanganan dengan benar untuk menyelamatkan dari rabies, tapi akhirnya mati juga.

hal ini penulis belum mengetahui apa gerangan yang menyebabkan hal itu secara pasti. apakah kekurangan biaya untuk mengobati, atau apakah kurangnya ilmu pengetahuan orang-orang disekitar korban tersebut, atau apakah orang-orang yang ahli dibidang ini yang dapat memberikan informasi kepada orang-orang yang bertanggung jawab dengan kehidupan gadis kecil itu kurang lengkap. apapun alasannya, seseorang sudah menjadi korban, dan sebagai mahluk Ber-Tuhan tentunya hal ini akan di pertanggungjawabkan di dunia sana nanti.

kalau diajak berlogika, penulis yakin, bukan masalah kurang orang pinter dalam hal kesehatan hewan di Bali yang menyebabkan kejadian ini belum tuntas. selain Fakultas Kedokteran Hewan itu sendiri, disana juga terdapat beberapa LSM besar yang bergerak dalam hal kesehatan hewan yang berujung dengan kesejahteraan hewan yang tentunya diisi oleh kalangan ahli kesehatan hewan. intinya potensi SDM itu ada, apalagi hal ini di bantu dengan daerah bali yang berbentuk pulau sehingga secara geografis Rabies dari Bali dengan penanganan yang tepat dapat selesai.

kalau melihat siapa yang salah, sangat riskan, pola pandang inilah yang menjadi tonggak kelambatan atas segala urusan. dengan kata lain permasalahan ini tidak membutuhkan tangan-tangan yang fungsinya menunjuk kesalahan orang lain. tangan yang dibutuhkan di sini adalah tangan yang mampu bersinergis meminimalisir bahaya rabies dan akhirnya mewujudkan bali bebas rabies.

dalam hal ini penulis berpendapat perlu adanya ketegasan yang mungkin harus di koordinasikan dengan lembaga yang terlatih untuk hal-hal disiplin dan ketegasan. ibaratnya mendingan muka tercoreng moreng dan dihina selama satu hari dibanding hidup berpura-pura tidak malu padahal malu akibat menembaki anjing liar atau hewan-hewan yang di duga membawa rabies oleh kalangan Dunia yang perduli dengan kesejahteraan hewan namun berujung dengan kebebasan bali dari rabies dan tentunya harusa ada study bandanding yang mana paling ekonomis, strategis dan mudah diterapkan. sebaiknya hindari sikap-sikap yang dapat di analogikan sebagai sikap menghilangkan asap tanpa berani atau mau tahu dimana apinya. Matikan api dengang cara apapun agar asapnya dengan sendirinya akan menghilang.

perwujudan pemberantasan dilapang menurut penulis adalah, melakukan pembagian wilayah dan penganalisisan wilayah untuk menentukan status rabies, dan ketika sudah sampai kepada penerapan dilapang, segera memvaksin hewan-hewan yang bertuan dan memberikan tanda bukti berupa buku atau catatan dan kemudian menghubungkan tanda bukti autentik tersebut dengan hewan yang di faksin misalnya tato kuping atau penanda lain yang dimungkinkan untuk di laksanakan. bagi anjing yang semi bertuan, maksudnya anjing tersebut punya pemilik namun tidak jinak, ditidurkan aja dengan cara apapun apalagi anjing-anjing yang tidak bertuan alis liar bin galakjangan dibawa perasaan sayang, sebab pilihannya anjing atau manusia yang mati. segera diambil mayatnya untuk di bumi hanguskan di tempat yang disepakati. perilaku penyisiran ini dilakukan berulang.., sambil di monitoring. tentunya ibarat menyisir kutu, pakai sisir kutu, pada waktunya yang saya yakin dapat di hitung oleh para ahli epidemiologi veteriner akan terwujud.

Hidup Dokter Hewan,
Merdeka......

Sunday, June 22, 2008

Rabies In Indonesia

Rabies History
Indonesia is one of Asia territotry countries who dealing with rabies. First time, rabies case in Indonesia was found by Esser (1884) in buffalow. Bay Penning (1889) rabies case was found in dog. E.V de Haan (1894) first Scientical who found rabies in hiuman in Indonesia. After that, There is many rabies case several in several province of Indonesia such as West Java (1948); West Sumatra, Center Java, East Java (1953);North Sumatra (1956); South Sulawesi,North Sulawesi (1958); South Sumatra (1959); DI Aceh (1970); Jambi and Yogyakarta (1971);Bengkulu, DKI Jakarta and Southeast Sulawesi (1972), East Kalimatan (1974); Riau (1975); Center Kalimantan (1978); South Kalimatan (1983); Flores Island (1997); and the end of 1997, rabies outbreak in east Flores regency (East Nusa Tenggara) because of dog illegal transportations from Buton (Southeast Sulawesi). Rabies Out break in Ambon (2004), Maluku, 21 peoples dies. Rabies Out Break 2004 in north mamuju (West Sulawesi)

Government Opinion:
Prof.Dr. Umar fahmi , Indoneian Health department (2000)
1. Until now there is 5 propinsi inIndonesia still free rabies that are:west Nusa tenggara,
Maluku, Papua and west Kalimantan. 18 province not rabies free.
Province east Nusa Tenggara become edemas area at 1998 after rabies outbreak in flores island, regencu of east Flores.
2. East jave provincer, DI Yogyakarta center java has declared as a free rabies provinces (free rabies certivicate from Indonesian government, agricultural ministries No.892/Kpts/TN.560/9/97 tanggal 9
September 1997,But not java island because of province west java still declared as a rabies endemis area.
3. average hiuman bite case from rabies bearer animal at the last year of 1997 to1999, 13880 cases.


Rabies Endemics Area in Indonesia (2003)