Pengumuman

Tolong follow dan click iklan buat saya jika anda merasa terbantu dengan artikel ini, terimakasih atas kebaikan anda. any comment? send to taringdoberman@yahoo.com
Showing posts with label influenza. Show all posts
Showing posts with label influenza. Show all posts

Sunday, May 3, 2009

Flu Babi Bukan dari Babi?

INFLUENZA BABI BUKAN BERSUMBER DARI BABI.
Oleh:
dr drh Mangku Sitepoe

FAO di Roma 30 April 2009 menyatakan: tidak ada babi di Meksiko maupun diseluruh dunia yang tertular dengan virus tipe A subtipe H1N1 yang baru (new variant H1N1). Sehingga FAO akan mengganti nama Swine influenza (Flu-babi di Indonesia) yang tidak berkaitan dengan babi. Rapat Dirjen P2PL Depkes 30 April 2009 mengusulkan supaya disebut saja Flu-Meksiko (seperti: Flu Spanyol, Flu Asia, Flu Hongkong, Flu Rusia dan lain-lain tetapi bukan Flu-Singapur yang salah nama).

Evolusi Flu babi H1N1.
Diawali pada pandemi Influenza 1918 yang disebut dengan flu-Spanyol menelan korban 50 juta jiwa manusia diseluruh dunia dan 550.000 jiwa yang meninggal di Amerika Serikat. Sebegitu ganas virus penyebab, disamping menyerang manusia juga menyerang babi. (Koen J S, 1919). Pada 1930 oleh Smith dinyatakan penyebab penyakit Flu-Spanyol adalah jenis virus Orthomyxoviridae tipe A dengan subtipe H1N1. Jadilah H1N1 sebagai penyebab dari penyakit Influenza pada babi atau Swine influenza. H1N1 dari flu Spanyol sebagai cikal bakal dari virus Influenza babi pada babi diseluruh dunia. Pada 1976 adanya wabah influenza babi pada babi di Amerika Serikat juga menyerang manusia yang berhubungan dekat dengan babi diantaranya peternak babi dengan morbiditi kecil dan mortaliti 0.
Disusul pandemi Influenza 1957 pada manusia disebut flu Asia dengan virus H2N2 menelan korban 2 juta jiwa dan pandemi Influenza 1968 pada manusia yang disebut flu Hongkong dengan virus H3N2 menelan korban 750.000 jiwa semua
Penyebab pandemi Influenza pada manusia di-zamannya : flu Spanyol, flu Asia dan flu Hongkong dengan virus tipe A subtipe H1N1, H2N2 dan H3N2 di-saat pandemi sangat ganas sekali tetapi di-masa kini ke-tiga subtipe virus sudah hidup nyaman dengan manusia yang disebut seasonal Flu atau Flu biasa. Dengan gejala: panas, pilek, batuk sesak nafas dan sebagainya yang besifat self limitating disease atau disebut juga ILI atau influenza like illnes pada negara tropis. Tetapi dinegara-negara temprate dapat juga dijumpai adanya kematian. Demikianpun sifat virus Influenza tipe A pada negara tropis dapat hidup pada suhu 53 0 C tidak infektif sesudah 3 jam tetapi disinari oleh sinar ultraviolet atau sinar matahari tidak infektif sesudah beberapa saat (Merchant and Parker, 1968). Dapat disimpulkan: virus subtipe H1N1 pada saat ini dapat dijumpai pada manusia yang bersifat self limitating disease dan juga dapat dijumpai pada babi semenjak 1918.

Mutasi virus tipe A dengan subtipe-nya.
Virus influenza tipe A sangat labil, hal ini terlihat dari virus inflenza biasa yang dijumpai pada manusia setiap tahun mengalami perubahan minor pada struktur sequence-nya atau perubahan struktur dari antigen yang disebut antigenic drift atau mutasi secara adaptive misalnya virus H1N1 mengalami antigenic drift mutation dari virus bebek air (Faning T G et al, 2002). Dapat pula mutasi melalui Antigenic shift, adanya mutasi dengan proses reasortment dari dua jenis antigen atau lebih mengadakan ”perkawinan” gen. Misalnya saat pandemi 1968 yang disebut flu Asia dengan virus H3N2 merupakan proses reasortmen (perkawinan) virus H1N1 dengan H2N2 (Harrisons R, 1987)
Ketiga virus flu biasa (seasonal flu) H1N1, H2N2 dan H3N2 yang hidup pada manusia dapat dengan mudah hidup pada babi sehingga penyebab Influenza babi adalah bersumber dari manusia dan juga H1N1 dari babi. (Veterinary Merck Index, 1991). Babi memiliki keistimewaan dapat menjadi tempat reasortment berbagai virus akan membentuk virus baru sebab memiliki reseptor baik pada hewan maupun pada manusia. Sedangkan H1N1, H3N2, H2N2 dapat hidup pada babi tanpa memberikan gejala pada babi .

Flu babi di Meksiko dijumpai virus tipe A dengan subtipe: H1N1, H1N2, H3N2 dan H3N1 atau gabungan dari virus manusia H1N1, H3N2, babi H1N1, dan unggas H3N1, H3N2. Yang kemungkinan bersumber dari babi yang telah berproses reasortment membentuk virus baru dan ditularkan kemanusia . Hari ini radio Sonora 1 Mei 2009, jam 11 menyatakan ada 6 orang yang tertular Flu-babi di Meksiko dengan virus baru H6N2 . Apakah H6N2 sebagai virus pandemi Influenza ditahun 2009 ?

Penularan flu babi (flu-Meksiko) pada saat ini hanya antar manusia.
Penyakit zoonosis adalah penyakit hewan yang ditularkan kemanusia sedangkan penyakit Influenza dapat dikategorikan sebagai penyakit zoonosis. Flu-burung yang disebabkan oleh virus tipe A subtipe: H5N1 di Asia, H7N7 di Eropa dan H9N2 di China dan Hongkong serta Flu babi H1N1 dikategorikan sebagai penyakit zoonosis Penularan penyakit zoonosis dibedakan menjadi : antar hewan, hewan kemanusia dan manusia ke-manusia atau antar manusia. Oleh WHO didalam menghadapi Pandemi Influenza penularan virus dibedakan menjadi: 3 Periode: Prepandemic, Interpandemic dan Pandemic.
Pada Praepandemic dibedakan menjadi : Fase 1 penularan antar hewan belam ada wabah pada hewan. Fase 2. terjadi penularan antar hewan telah mewabah. interpandemic ada 3 fase: dari hewan kemanusia. 4. antar manusia suatu negara, fase 5. antar manusia 2 negara dan Periode Pandemic : antar manusia keberbagai negara.
WHO PANDEMIC PREPARADNESS
PERIODS AND PHASES

No. Periods Phases Notes

I. Inter Pandemic
* Phase 1 - Animals to animals transmission Without any of epidemic
* Phase 2 - Animals to animals become epidemic

II. Alert Pandemic
* Phase 3 - Animals transmission to human
* Phase 4 - Human to human transmission in cluster
* Phase 5 - Human to human transmission in comunity

III. Pandemic
* Phase 6 - Human to human transmission between
countries

Source : WHO 2005

Statement WHO 30 April 2009 menyatakan Flu-babi sudah fase 5 terjadi penularan antar manusia dan bukan dari babi. Sumber penyakit adalah dari manusia dan bukan dari babi. Sehingga Siaran Menteri Pertanian: akan memeriksa 7 juta ekor babi serta tidak mengizinkan impor babi hidup dan daging babi dari negara yang tidak tertular H1N1 pada babi tidak memiliki dasar hukum. Demikianpun running teks Metro TV 1/5/2009 jam 19 30F: Permendag melarang impor babi dan produknya dari 7 negara juga tidak memiliki dasar hukum bila tidak dijumpai Flu-babi padaa babi.
Flu babi berbeda sekali dengan Flu-burung: penularan antar unggas dan dari unggas kemanusia dan belum ditularkan antar manusia. Penyakit Flu burung dengan virus H5N1 pada manusia sumber penyakit masih pada unggas sehingga perlu penanggulangan dan pembatasan dengan manusia.

Jakarta 1 Mei 2009.
dr drh Mangku Sitepoe
Anggota PDHI dan IDI.
Anggota Indonesian Veterinary Watch.

Tuesday, April 28, 2009

Swine Flu sudah siap kah kita?

Pengumuman mengenai keberadaan swine flu atau swine influenza atau fluy babi di mexico dan amerika memang mengemparkan..., sekali lagi penyakit zoonosis menyeruak. menurut literatur flu babi disebabkan oleh virus dari keluarga Orthomyxoviridae yang endemik pada babi. pada babi nama ini lebih dikenal dengan swine influenza virus (SIV) yang dapat di klasifikasikan virus influenza tipe A (sering) dan C (Jarang). tipe ini juga endemik pada manusia. sekali virus ini bermutasi dan menginfeksi manusia, maka infeksi antara manusia pun tidak dapat di elakkan lagi. sub tipe virus inluenza babi ini adalah H1N1, H1N2, H3N1, H3N2 dan H2N3.
Menurut CDC (Centers and Diseases Control and Prevention), gejala yang terlihat ketika kita terpapar oleh patogen ini adalahsecara garis besar sama dengan gejala flue biasa (influenza like illness) out breake flu babi pada babi ini pernah terjadi pada 2007 di philipine tepatnya di Nueva Ecija dan Central Luzon sebelum sekarang, flu babi juga pernah outbreak pada 1976 di amerika. sampai tanggal 27 april 2009, data dari CDC mengenai kasus flubabi pada manusia yang sudah mendapatkan konformasi positif dari laboratorium yang di tunjuk adalah 40 kasus dengan rincian 7 kasus di california, 2 kasus di kansas, 28 kasus di newyork, satu kasus di ohio dan 2 kasus di texas. pengobatan yang dianjurkan adalah pengobatan dengan menggunakan antiviral drugs seperti oseltamivir dan zanamivir.
Lain halnya dengan Vallat, tepatnya Bernard Vallat, OIE, mengutip wawancara dengan AFP, flu babi ini tidak ditemukan agennya dapat berpindah dari babi langsung kemanusia. belum ada penelitian yang nyata mengenai hal ini. selain itu Vallat juga berpendapat bahwa sampai saat ini (28/4/2009) belum terbukti bahwa virus yang menyebabkan kematian pada manusia itu dapat di isolasi pada hewan. dan juga mengusulkan untuk tidak menggunakan flu babi, tetapi menggunakan nama tempat dimana flu tersebut mulai muncul seperti "influenza amerika utara" misalnya. dan tidak setuju akan penindakan orang-orang yang hidup dari perbabian dan pelarangan pengimporan babi.
Kembali ketanah air kita, Indonesia. kemungkinan virus terebut sudah ada di indonesia sebaiknya segera diperjelas dengan survei monitoring analisis yang kemudian berujung kepada penyusunan langkah-langkah strategis dan mampu diterapkan dilapangan dengan menggunakan ellemen-elemen yang ada. semuanya berujung dengan lahirnya undang-undang untuk penetapan situasi pencegahan penyakit zoonis. Sebenarnya yang paling mungkin menjadi ujung tombak untuk semua ini selain kalangan profesional adalah kalangan legislatif yang mempunyai latar belakang pendidikan kesehatan hewan dan manusia. kembali ke konsep one health yang saling melengkapi tersebut. tidak di pungkiri, untuk merubah sistim ya kita harus mampu masuk kedalam sistem. semoga indonesia makmur gemah ripah loh jinawi. amin. mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.